Guru sering disebut juga “Pahlawan tanpa tanda jasa” karena memang yang diberikan oleh seorang guru sangat berarti dan besar. Pada saat Jepang dihujam “little boy” dan “fat man” hingga ratusan ribu orang meninggal, pemimpin jepang bertanya berapa guru yang selamat mengingat pentingnya arti guru untuk membangun kembali masa depan.
Di buku yang diterbitkan KOMPAS Guru dalam tinta emas <kisah guru istimewa> banyak pengalaman/perjalanan hidup guru yang patut kita gugu dan tiru. Buat saya semua guru adalah istimewa, walaupun memang ada juga yang memberikan kesan lebih daripada yang lain.
Waktu SD saya paling inget sama Ibu Kur, pernah dia tanya kalau Kartini itu masih hidup ngga, saya ngotot jawab masih hidup [kepe-de-an]. Kalau SMP paling inget sama Pak Agoestaman, dia ngajarin fisika pakai logika-logika rasional yang simple, dia juga paling alergi sama siswa yang ngga disiplin. Waktu SMU guru sejarah namanya Pak Abdullah, almarhum kalau cerita sejarah kita yang ngedengerin kaya lagi nonton filmnya, kita jadi terbawa sama ceritanya. Kalau di D3 Pak Hondono, selain jadi dosen kerja di swasta juga dan kata temen sekarang beliau udah menerbitkan buku tulisanya. Sekarang ada guru yang paling saya kagumi, yang selalu punya jawaban atas pertanyaan2ku yang hampir tiap hari aku tanya dan nggak pernah bosen menjawab, mungkin idola banyak orang juga.
. Finally thank you verry much for all my teacher, semoga guru-guruku menjadi orang-orang yang berbahagia.
1 Comment(s)
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment

Jadi inget lagi tingkahku dulu waktu sekolah, mungkin bikin kesel guru. Sekarang aku juga seorang guru, kalau ada murid yang bikin kesel, sering ketawa sendiri karena ingat jaman dulu, he, he. Salam kenal Mas, aku blogger pemula yang masih perlu saran, kunjungi blog ku ya, makasih.