FITNA

Film bikinan orang Belanda yang bikin geger umat islam, saya sendiri belum nonton karena terus terang aja ngga tertarik buat ngeliatnya. Bukan saya ngga peduli dengan masalah kaya gini, tapi saya lebih berfikir buat apalah mempermasalahkan keyakinan seseorang sedang kan kita tiap menit melangkahi keyakinan kita sendiri. Kita selalu protes pada kesalahan orang, kita selalu ingin orang lain berubah lebih baik, kita selalu menuntut orang memperbaiki sistem, sampai-sampai kita ngga sadar kalau kita sudah lebih buruk, lebih busuk, lebih kafir dari mereka. Kejam ya? Tapi itulah kenyataannya, saya pakai bahasa yang manispun rasanya akan tetap pahit.
Dunia sekarang bahkan dari dulu adalah bukan dunia kolektivitas, tapi dunia individualis. Kehidupan sosial adalah sebagai tempat ekspresi item-item individualis, bahkan di akhirat pun yang kita pertanggungjawabkan adalah apa yang kita lakukan, bukan apa yg lingkungan kita lakukan.
Menurut saya Allah memang otoriter dan memang Allah sangat berhak untuk itu, Allah menetapkan punishment yang kadang kalau kita pikir tidak manusiawi dan wajar saja karena Allah emang bukan manusia dan reward yang diberikan Allah juga tidak manusiawi juga khan? Kita ini apalah mempertanyakan hukum Allah, memang apa sih kemampuan kita. Kalau tidak suka ya silahkan cari Tuhan selain Aku kata Allah, sedang kan kita pasti kembali pada-Nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s