Punishment and Reward

Punishment and Reward adalah salah satu cara untuk menerapkan disiplin organisasi, bagi organisasi swasta yang tujuan utamanya adalah profit sangat bergantung dengan prodiktifitas mungkin metode ini bisa dijalankan. Nilai-nilai kewajiban moral, kasihan maupun ikatan emosional lainnya bukan menjadi nomor satu pada organisasi swasta, sehingga pada saat ada pihak yang membanggakan perusahaan maka organisasi dengan mudah memberikan reward yang seimbang begitu juga sebaliknya ketika ada pihak yang merugikan perusahaan maka organisasi juga dengan mudah memberikan sanksi.
Pada organisasi pemerintah yang tujuan utamanya memberikan pelayanan masyarakat yang seperti kita tahu untuk menilai prodiktifitas pelayanan lebih sulit dibanding produk fisik, serta nilai-nilai moral, kasihan dan ikatan emosional yang begitu kental di organisasi pemerintah membuat metode Punishment and Reward ini menjadi agak susah diterapkan, khususnya Punishment. Terutama terbentur pada ikatan emosional tadi, sanksi baru diterapkan biasanya pada mereka yang benar-benar-benar melewati batas atau sudah terlanjur diproses secara hukum, sedangkan pelanggaran disiplin kecil bahkan sedang dimaafkan. Tapi pelanggan-pelanggan kecil inilah yang kadang bisa menimbulkan efek yang besar, seperti kata pepatah “kita tidak jatuh karena batu yang besar, tapi kita jatuh karena batu yang kecil”, sedangkan untuk pelanggaran kecil biasanya organisasi lebih cenderung kepada memaafkan.
Salah satu cara untuk mengatasi dilemma di atas adalah kita stop melihat yang negatif dan mulai melihat yang positif, maksud saya kita tidak perlu melihat pelanggar-pelanggar kecil tapi kita mulai melihat orang-orang yang mengikuti peraturan. Daripada memikirkan orang yang tidak memikirkan organisasi lebih baik memikirkan mereka yang peduli pada organisasi, kalau perlu berikan benefit2 yang menunjukkan organisasi berempati pada orang2 yang peduli seperti ini. Jangan kita terpaku dan akhirnya terjebak pada dilemma memberikan punishment namun terbentur pada nilai-nilai tertentu. Seperti kalau kita tidak suka melihat pemandangan dari jendela rumah, kita terlalu memikirkan tentang pemandangan yang tidak mengenakan itu sampai-sampai kita lupa kalau rumah kita tidak cuma punya satu jendela yang mungkin jendela yang lain pemandangannya jauh lebih indah dari rumah2 lain. Intinya kalau tidak bisa memberikan punishmentt kita masih bisa memberikan reward .

Advertisements

2 thoughts on “Punishment and Reward

  1. Assalamualaikum..
    Wah gak nyangka si Agus jadi penulis ya..
    Reward & punishment itu juga merupakan salah satu metode pengajaran lho. Nih penting buat yang dah di karuniai anak..( catet )…Bila kita menginginkan anak berprestasi di sekolahnya atau mungkin di kelompok ngaji nya, kita bisa pake metode ini. Jangan segan-segan memberikan iming2 untuk meberikan hadiah jika ia mampu mencapai prestasi yang baik. Sebut aja jadi juara kelas. Ya gak perlu mahal2 yang penting bisa buat motivasi dia. Selain itu jangan segan2 untuk memberikan punishment bila ternyata si anak tidak mematuhi peraturan yang telah kita berikan padanya. Misalkan ada nilai yang terlalu minim, kita bisa beri sedikit punishment agar anak lebih giat belajar. Tentunya sebagai orang tua juga harus bisa menyelami apa penyebab dari ketidakberhasilan anak. Bye the karyanya bagus. Ditunggu article berikutnya.

    Wassalamualaikum…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s