Buruh, Sosialis, Einstein, dan Munir

Pringatan hari buruh tidak bisa dilepaskan dari paham sosialis yang dipopulerkan Karl Marx, namun kali ini saya tidak akan membicarakan Marx melainkan Einstein .
Siapa yang tidak kenal Einstein, mungkin anak2 TK sampe kakek2 kalau kita tanya pernah denger nama Einstein ngga, pasti jawabannya pernah. Yup dia sepertinya ilmuan terbesar sepanjang sejarah, tapi dibalik pikiran-pikirannya tentang keilmiahan ternyata ada juga jiwa sosialis, dia sangat menentang pembagian kelas dalam masyarakat kapitalis dan pengaturan yang melegalkan eksploitasi terhadap kelas pekerja. Einstein menganggap bahwa sistem sosialis akan lebih mampu menciptakan distribusi kesejahteraan yang lebih merata, karena sistem ekonomi kapitalis yang dianggapnya anarki merupakan sumber kejahatan di dalam masyarakat.
Dan pada akhirnya seperti juga yang diutarakan Marx dengan sistem sosialis kita bisa mencapai derajat maksimum kebebasan individu yang cocok dengan kesejahteraan publik.
Pada dasarnya sikap sosialis Einstein adalah reaksi yang manusiawi atas ketidaksamaan drajat manusia yang selama ini terjadi. Di negeri kita sendiri kita mengenal almarhum Munir yang getol banget terhadap masalah HAM terutama yang menyangkut masalah buruh, jika ada yang sudah baca buku Api dilawan dengan Air mungkin akan terkagum-kagum dengan sifat dan keuletannya membela kaum buruh, jadi tidak heran kepergiannya menyisakan kehilangan yang amat besar yang dirasakan kaum buruh. Mungkin jika ada pemilihan bapak buruh di Indonesia Munir lah orang yang paling tepat.
Kenyataan yang dapat diambil adalah apa yang digembar-gemborkan buruh tenTang sosialis dan anti eksploitasi tidak semata-mata dianggap dari kalangan bawah dengan pendidikan rendah yang sepertinya selama ini terjadi, tapi tokoh-tokoh super intelek pun mendukung apa yang diinginkan buruh selama ini.

Advertisements

2 thoughts on “Buruh, Sosialis, Einstein, dan Munir

  1. walau saya buruh,terus terang aja kalo buruh kebanyakan nuntut juga saya males dengernya,soalnya udah bagus kita dapat kerja eh malah nuntut macam2 ..la kalo perush na bangkrut ndak kuwat nanggung cost na gimana.entar malah PHK dan semacamnya,demo lagi,,beuh ndak slese2,,mungkin harus latian menabung dan punya sampingan . jadi buruh emang gaji ndak banyak., bahkan kadang2 cukupna buat makan tok, tapi itu juga bukan alasan untuk minta gaji yang ga masuk akal…

  2. ika ——>
    Yup bener banget, tuntut jangan asal tuntut. harus rasional dan dengan cara yang cerdas. Jangan pakai sweeping ke pabrik-pabrik minta dukungan buat demo secara paksa misalnya, itu malah memperburuk image buruh itu sendiri. Dan jangan lupa kalau pemilik modal juga manusia yang bernurani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s